Showing posts with label silence. Show all posts
Showing posts with label silence. Show all posts

Thursday, 20 December 2012

Why Choose Silence And Just Letting It Be? Kenapa Pilih Untuk Berdiam Diri?

Dalam dunia ni, ada banyak benda yg dirasakan tidak adil. Ada banyak perkara yang akan menimbulkan kemarahan, sakit hati, kesedihan, ketakutan dan kekecewaan. Ada yang kekal dalam ingatan dan ada yang dilupakan. Tapi berbanding lupa, perkara yang lebih penting adalah penerimaan dan kemaafan...tak kirala pada diri atau pada orang lain. Kerana kalau lupa, pengajaran yang ada mungkin akan turut dilupakan. Kalau memaafkan, hati jadi lebih ringan. Apa yang terjadi, yang baik jadikan sebagai teladan dan yang buruk jadikan sebagai sempadan.

Ha. Mungkin ada yang mengatakan, memang senang mulut engko berkata-kata, mampukah jika engko yang perlu buat itu semua?
Memang berat. Mampukah kamu? Semuanya bergantung pada penerimaan kita bila akal dan perasaan, minda dan hati berperang: Diam atau melawan? Dipijak atau memberontak? Lupakan atau berdendam? Biarkan atau balas?


Pernahkah, dalam keadaan di mana ramai yang akan faham jika anda memilih untuk membalas atau berdendam malah mereka begitu bersemangat menyokong anda, tetapi anda memilih tindakan yang sebaliknya, iaitu berdiam diri dan membiarkan?

Berdiam diri tidak bermakna lemah. Memang sesetengah orang akan memandang kita lemah, malah bodoh tapi itu tidak bermakna anggapan mereka betul. Pujian atau cacian sama saja, kedua-duanya harus diterima dengan berpada-pada. Pujian mungkin ada palsunya dan cacian mungkin ada benarnya. Tetapi, hanya kita yang berada di kedudukan kita, dan mereka tidak melalui 100% apa yang kita lalui. Kadang-kadang seronok memerhatikan mereka yang menganggap kita tidak tahu apa-apa. Kadang-kadang lebih seronok menyertai permainan mereka. Kan?


Berdiam bukan bermakna mengalah atau berhenti berjuang. Kadang-kadang penat memaksa kita berehat seketika. Putus asa pun ada pengakhirannya jika kita dapat semangat untuk bangkit kembali. Cuma, hidup ini terlalu singkat dan tak berbaloi untuk berdendam lama-lama atau berputus asa. Lebih baik buat perkara yang menggembirakan, tinggalkan masa lalu yang membebankan perasaan namun jangan lupa apa yang menjadikan siapa kita hari ini, dan cari peluang untuk diri sendiri dalam baki waktu yang masih ada untuk kita. Mungkin dalam perlawanan ada semangat yang nyata, tapi berdiam diri juga ada kekuatannya yang tersendiri. Semangat perjuangan tetap kena ada, tetapi kekerasan dan caci maki tidak semestinya perlu dibalas serupa, ada waktunya lebih baik simpan tenaga untuk sesuatu yang lebih bermakna.


****************************************
There must have been so many times that we've heard how unfair life is. So much anger, pain, sadness, fear and disappointment. There's some that remain in memories and some that are forgotten. But rather than forgetting about it all, it might be better to have been able to accept and forgive...whether ourselves or others. Because by forgetting, the lessons learned might also vanish. By forgiving, the heart becomes lighter. Take the experience we encounter in life, whether good or bad, as a guidance. The good ones as examples, the bad ones as precautions.

It is of course, easier said than done. There is a constant fight between mind and heart, logic and feelings. Stay silent or fight back? Get stepped on or rebel? Forget or hold a grudge? Just let it be, or revenge?

Has there been a situation where people would completely understand and support you if you choose to fight back or lose your temper, but you chose the opposite? You chose to stay silent and let it be.

Doing that does not mean that we are weak. There will be people who see us as weaklings or fools but that does not mean that they are right. Both compliments and criticism should be taken with a grain of salt. Not all compliments are sincere and not all criticism are bad. In the end, the only person standing in our shoes are us, and nobody would ever fully know, in exact, what we went through in our lives. Sometimes it's amusing to observe those who think we know nothing. Sometimes it's even more fun to play along with their games.

And it does not mean that we give up or stop fighting. Sometimes the effort of surviving forces us to take a break, to rest and replenish our energy. Even the act of giving up will stop once we regain the spirit to get back in the game of life. However the thing is, this life is too short and it's not worth holding grudges and stop trying. It is better to do what keeps us happy and sane, and leave the burden of our past behind but do not forget the lessons that made us who we are today, Find opportunities for ourselves in this remaining time of our lives. Obviously we see a spirited person when one fights and stands up for what one believes in, but remember, one who is silent also possess a quiet strength. The spirit of fighting must always be kept alive, however not every display of force or harsh words should be returned the same, sometimes it is better to save the energy for something more worthwhile.

Saturday, 27 October 2012

When Sleep Eludes...


░  The room is silent -
-  The air is still  ░
░  The inner soul is shredded  -
-  With a darkening cloud  ░
░  Energy runs low  -
-  And chest feels tight  ░
░  There's a feeling of doom  -
-  Doesn't know why or what  ░
░  Hopes hide, fear emerges  -
-  What will happen, what does one deserves  ░
 ░ Hands come together in prayers  -
-  Willing the black fog to leave  ░
░  Wanting to see a brightly lit path  -
-  Or even someone waiting  ░
░  But no matter how hard you think  -
-  There's no way out  ░
  ░  All that's left to do  -
-  Is how your head  ░
░  Recall your flaws, wishing not to be dead.  -


*Pagi ni jeles ngan aku, tak nak bagi aku tido. Daripada aku terkebil-kebil macam orang sakit jiwa tunggu tido datang, so baiklah aku terhegeh-hegeh di sini sekejap menghabiskan tenaga yang ada supaya boleh mengumpan tido balik. Anyway tetamu-tetamu sekalian, apa macam lepak kat taman aku yang tak seberapa ni? Kalau best, terimalah kasih tapi kalau tak best salahkan tukang kebun! Haha. Harap korang semua enjoy, kalau enjoy bolehlah menderma, donation box ada di mana-mana ye. Masjid, kedai, McD, depan bank...hehehehe. Oklah, nak gi cari tido balik, main hide and run pulak masa ni. Sebelum tu, tukang kebun aku saja nak pesan kat korang, Be careful of what you choose to do in life. Think more. (Sila baca dengan sound effect yang misteri dari alam mimpi) Apebende lagi, tukang kebun? Oh, tu je. Tukang kebun aku memang suka buat ayat cambest. Tu pasal la kebun aku tak terjaga. Hahahaa...tp kalau suka taman aku ni, sekali lagi time kaseyyyy! Betul cakap tukang kebun tu, ayat tu nampak je simple tapi penting. Hargailah hidup anda. Satu tindakan mampu menghancurkan hidup sekelip mata dan selama-lamanya, walaubagaimanapun walau apa pun (panjangnya huahua) yang terjadi harungilah dengan segenap kekuatan kerana hanya Tuhan yang tahu segala-galanya yang akan terjadi. Walau jatuh tersungkur ke dalam kerak bumi sekalipun pastikan cari balik semangat anda tak kira lah berapa lama nak dapatkan balik. There is always something in this life for everyone. Oklah, walaupun dh nak kul 10 pagi tapi nenek aku paksa aku tido balik ni. Katanya selagi tak pukul 3 petang selagi tu la jangan bangun!!! Haha jual nama nenek lak, just kidding..... (Merangkak balik lam selimut ala siput)

Thursday, 11 October 2012

Dance Of The Silence


Hard, mysterious, dark and deep
Is the silence ...

Who shall heal the hurt?
Who shall soothe the pain?
Who can make the silence speak?
And give comfort to the person in need
Who will restore the faith?
Just who, can break the silence
And calm the wave of turbulence in the deepest depth of heart?

In my corner of sanctuary, I shall dance
Bringing my silence to life, or rather, it's life to the verge of death
With the quill in my hand
Dance, until the tip bend

Dances of the silence
Are a mixture of emotions
They weave their moves between words and actions
The performance that only few can see through.

My dances of silence,
Who can grasp the meanings within?


*Note : Sebenarnya aku tulis mendalah ni bersama sebuah crita pendek. Jadi kalau nak baca cerita pendek itu, sila eksesais jari telunjuk anda yang chomel itu untuk klik → Dance Of The Silence - Story Pt. 1 ← This way, please, for the short story that follows!